Ketuk Doors Sulbar Ubah Stigma Rotgen TBC jadi Pemeriksaan Paru, Kemenkes Gandeng Dokpol Mitra Sekolah Dan RS Bhayangkara Untuk Eliminasi TBC 2030

0

MAMUJU, Sulbarpost.com – Dalam rangka Peningkatan Penemuan Kasus TBC Tahun 2026*, Kementerian Kesehatan menggencarkan program *”Pemeriksaan Paru/X-Ray” dan pembagian sembako secara gratis. Istilah “Rontgen TBC” sengaja diubah menjadi “Pemeriksaan Paru” agar tidak ada stigma dan cakupan skrining lebih luas.

Salah satu strategi kunci yang digandeng Kemenkes adalah KETUK DOORS Program ini dijalankan bersama *DOKPOL Mitra Sekolah* yang digagas *Bidokkes Polda Sulbar* dan *RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso TK. IV Mamuju.

Pilot project di Sulawesi Barat dilaksanakan di sebuah sekolah di wilayah Mamuju. Di lokasi ini, Cakra Medika melalui Laboratorium KIS Mamuju* ditunjuk sebagai salah satu faskes pelaksana X-Ray dan pembacaan hasil berdasarkan Perjanjian Kerjasama dengan RS Bhayangkara.

Program KETUK DOORS dan DOKPOL ini merupakan inisiasi AKBP. Dr. dr. Mauluddin M, S.Sos, MH, Sp.FM selaku Kasubbid Kespol Biddokkes Polda Sulbar sekaligus Penggagas KETUK DOORS TBC.

TARGET NASIONAL: 250.000 ORANG DI 31 PROVINSI

Program ini punya 4 tujuan utama sesuai arahan Kemenkes:

1. Meningkatkan penemuan kasus TBC

2. Meningkatkan pemeriksaan klinis pasien dengan hasil bakteriologis negatif

3. Mengoptimalkan penegakan diagnosis TBC sesuai standar nasional

4. Mendukung percepatan Eliminasi TBC Tahun 2030

“Target nasional 2026 ini adalah 250.000 orang diperiksa di 31 Provinsi, 60 Kabupaten/Kota, dengan dukungan 83 faskes/Laboratorium X-Ray,” jelas Penanggung Jawab Laboratorium KIS Mamuju, Inda Kartika Putri.

Sasaran utama adalah *orang bergejala TBC dengan MTB Negatif* dan *terduga TB anak* yang tidak memungkinkan pemeriksaan bakteriologis.

CAKRA MEDIKA MELALUI LAB KIS MAMUJU: MITRA PELAKSANA X-RAY

Sebagai mitra pelaksana, Laboratorium KIS Mamuju bertugas melakukan pengambilan gambar, pembacaan awal hasil foto thorax dan mengirim hasil ke Cakra Medika untuk dibaca dokter spesialis radiologi sesuai Pasal 4 Perjanjian Kerjasama.

“Setelah foto diambil di sekolah, hasil langsung kami kirim. Kalau ada yang curiga TBC, langsung kita koordinasikan untuk tes TCM di Puskesmas. Semua terintegrasi ke SITB maksimal 1×24 jam.”ujar indah Kartika Putri.

RS BHAYANGKARA MAMUJU DUKUNG PROGRAM KETUK DOORS

Kerjasama ini ditandatangani oleh Karumkit RS Bhayangkara TK. IV Mamuju, IPTU dr. Andi Iqbal Iskandar, Sp.F.M., M.H., M.A.R.S., QHIA* dan *Penanggung Jawab Lab KIS Mamuju, Inda Kartika Putri* pada 4 September 2026.

“RS Bhayangkara berperan merujuk pasien, melakukan koordinasi, edukasi, dan pelaporan ke Dinkes serta SITB. Biaya pemeriksaan ditanggung Kemenkes/Cakra Medika,” jelas dr. Andi Iqbal Iskandar.

DOKPOL MITRA SEKOLAH: JEMPUT BOLA DARI RUMAH KE SEKOLAH

Kolaborasi KETUK DOORS dan DOKPOL Mitra Sekolah menjadi model “jemput bola” dari rumah pasien ke sekolah, dengan Rangkaian kegiatan di sekolah:

1. Penyuluhan Kesehatan, Edukasi TBC dan hilangkan stigma

2. Skoring Gejala & Cek Gizi, Penjaringan kontak erat oleh tim KETUK DOORS

3.Pemeriksaan Paru/X-Ray, Mobil rontgen portable oleh tim Cakra Medika & Lab KIS Mamuju

4. Pembagian Sembako, Bantuan Kemenkes untuk pasien TBC dan kontak erat gizi kurang. “Nutrisi bagus bikin pengobatan 6 bulan lebih efektif”

“Harapan kami, program KETUK DOORS dan Dokpol Mitra Sekolah ini dapat menjadi role model untuk pengembangan kualitas kesehatan, kualitas pendidikan di lingkungan sekolah,” ujar AKBP. Dr. dr. Mauluddin.

ALUR CEPAT, GRATIS, TERINTEGRASI SITB

Setelah “Pemeriksaan Paru”:

1. Hasil Normal Edukasi + pantau 3 bulan

2. Terduga TBCDirujuk ke Dokter Spesialis Paru, tes TCM/Xpert, pengobatan gratis + PMO + sembako

3. Penyakit Paru Lain Dirujuk ke Puskesmas/RS

“Semua gratis. Pakai BPJS/KIS. Yang belum punya kita bantu daftarkan,” tambah Inda Kartika Putri.

Dengan sinergi Kemenkes, KETUK DOORS, DOKPOL, RS Bhayangkara Mamuju, Cakra Medika melalui Lab KIS Mamuju, diharapkan target Indonesia bebas TBC pada 2030 bisa tercapai.(rls/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *