Misteri Kematian Perempuan Disabilitas di Mamuju, Hasil Autopsi Ungkap Luka Serius dan Minim Indikasi Tenggelam

Pemeriksaan komprehensif yang melibatkan tim gabungan Biddokkes Polda Sulbar, RS Bhayangkara, dan Poltekkes Kemenkes Mamuju menunjukkan ketidaksesuaian antara kondisi jasad di lokasi kejadian dengan indikasi korban tenggelam.
Tim Dokter Forensik Rs Bhayangkara Polda Sulbar dr Mauluddin, menjelaskan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan korban minim tanda tenggelam. Menurutnya Meski ditemukan air di saluran pernapasan, indikasi khas korban meninggal akibat tenggelam tergolong sangat minim.

Sementara jika melihat pola perlukan yang bervariasi dimana ditemukan berbagai luka di sekujur tubuh, terutama pada bagian kepala, wajah, dan leher. Jenis luka mencakup luka lecet akibat gesekan hingga luka berkarakteristik serius yang tidak menyerupai kecelakaan biasa.
“Hasil pemeriksaan otopsi dilakukan justru karena ada kejanggalan pada perlukaan korban. Salah satunya luka di area mata kiri dan bagian leher yang perlu kami dalami lebih lanjut bersama penyidik Polresta Mamuju,” ujarnya.
Todak hanya itu, dr. Mauluddin, menepis spekulasi publik dan memastikan tidak ditemukan janin maupun tanda-tanda kehamilan pada organ reproduksi korban.
Hingga kini, Tim forensik bersama penyidik Polresta Mamuju akan mencocokkan pola luka korban dengan kondisi fisik di lokasi penemuan, termasuk kedalaman air serta keberadaan batuan atau benda tumpul.
Tidak hanya itu, tim medis juga masih menunggu hasil analisis sampel DNA dari beberapa area tubuh korban serta uji laboratorium penunjang untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
Kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian guna mengusut tuntas dugaan tindak pidana dalam kasus ini.(idr/*)
